Welcome
image

Pangeran Sukma Jati

081910095431


Debus Inti Banten Padepokan Inti Semesta
Perumahan Maharani Village Blok E.7 Jl. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat. Hp. 081296609372 dan Hp. 081910095431
Ilmu Pelet Dahsyat
SLINK

Debus Banten

image

Apa itu Debus?

Debus adalah suatu pertunjukkan seni yang memperlihatkan Kekuatan Fisik, Beladiri dan Kekuatan Magis (Kekebalan dsb). Debus adalah Kebudayaan Asli Banten yang mulai ada sejak abad ke-16 M saat kepemimpinan Sulthan Maulana Hasanuddin Banten (1532 -1570 M ). Saat itu debus digunakan sebagai sarana Penyebaran Agama Islam, dilatar belakangi kebudayaan masyarakat Banten saat itu yang gemar dalam pertunjukkan adu kesaktian dan kekuatan tubuh. Untuk menarik Perhatian dan simpati masyarakat, maka Sulthan Maulana Hasanuddin mengemas suatu bentuk pertunjukkan seni yang memperlihatkan kesaktian dan kekuatan fisik, sekaligus memiliki nilai dakwah tersendiri.

Kata Debus dalam bahasa Arab berarti tongkat besi dengan ujung runcing berhulu bundar. Istilah debus juga menurut sebagian orang berasal dari salah satu daerah di Timur Tengah yaitu Al-Madad yang kala itu diperkenalkan sebagai salah satu cara penyebaran agama islam. Debus yang dikenal di Banten saat ini memang identik dengan kata "Al-madad" yang secara praktis merujuk pada istilah sebuah benda yang berbentuk tongkat besi dengan ujung runcing berhulu bundar. Dari sumber yang lain, dikatakan bahwa debus berasal dari tarekat Rifa'iyah  Nuruddin al-Raniri yang masuk ke Banten oleh para pengawal Cut Nyak Dien (18481908 ).

Sebelum permainan debus dimulai, terlebih dahulu pemain debus melakukan persiapan yang matang termasuk ritual tertentu, berdasarkan pengalaman salah satu Mantra yang diucapkan oleh pemain debus adalah kata "Al-Madad" yang dimaksudkan meminta pertolongan kepada Allah SWT agar diberi kekuatan dan keselamatan. Selain itu juga kalimat-kalimat yang dilontarkan pemain debus saat melakukan aksinya adalah Sholawat, Tahlil dan Takbir. Sehingga pertunjukkan ini bukan hanya menarik dan seru untuk disimak namun juga mengandung muatan Dakwah dan Pujia-pujian kepada Allah SWT.

Permainan debus tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang, mereka harus memiliki keahlian khusus. Sebelum tampil, pemain debus harus terlebih dahulu digembleng oleh guru mereka baik secara fisik maupun bathin. dengan melakukan Riyadloh tertentu seperti puasa dan wirid sebuah Mantra atau Hizib tertentu. Setelah murid selesai melakukan Riyadlohnya, kemudian diadakan "selametan" tanda syukur dan simbol kelulusan Riyadloh. Barulah kemudian untuk memantapkan ilmu yang telah dimilikinya, guru melakukan uji coba kepada murid dengan kekebalan, seperti dibacok, diiris dengan golok, Silet, duri salak, beling, petasan dsb.

Pada masa sulthan Banten yang ke VI yaitu Sultan Abdul Fatchi Abdul Fatah atau bergelar Sultan Ageng Tirtayasa (1651 - 1683 M), Kesenian Debus digunakan sebagai sarana membangkitkan semangat juang rakyat. pada masa itu Sulthan Ageng Tirtayasa mencetuskan perang Sabil untuk menghancurkan Kompeni Belanda yang telah bertindak semena-mena kepada Rakyat Banten. Kesenian Debus diajarkan dan terus dipopulerkan ke masyarakat Banten, mulai dari keahlian pencak silat, berperang, ilmu kekebalan dan permainan senjata tajam. Pada masa itu ilmu debus benar-benar efektif untuk menumbuhkan semangat juang rakyat mengusir penjajah di Bumi Banten.

dalam Aksinya pemain debus memperlihatkan pertunjukkan kekebalan dan kekuatan seperti: Menusuk perut dengan tombak atau senjata tajam lainnya tanpa terluka, Mengiris bagian anggota tubuh dengan pisau atau golok, Memakan api, Menusukkan jarum kawat ke lidah, kulit pipi atau anggota tubuh lainnya hingga tembus tanpa mengeluarkan darah, Menyiram tubuh dengan air keras hingga pakaian yang dikenakan hancur lumat namun kulit tetap utuh, Menggoreng telur di atas kepala, Membakar tubuh dengan api, Menaiki atau menduduki susunan golok tajam, Bergulingan di atas serpihan kaca atau beling dsb.

Bagi sebagian masyarakat awam kesenian Debus memang terbilang sangat ekstrim.  dari suguhan pertunjukkannya yang memacu adrenalin, kesenian ini membuat penontonnya histeris. Sampai saat ini Ilmu Debus masih diajarkan di beberapa perguruan Silat dan Padepokan di daerah Banten, Baik secara organisasi maupun secara perorangan. meski secara fungsi sudah beralih menjadi Kesenian yang dipertunjukkan dalam suatu upacara adat, acara kebudayaan dan pesta-pesta tertentu. Pertunjukkan debus pun kini sudah jarang ditemukan mungkin karena kurangnya minat generasi muda akan kesenian ini dan sedikitnya orang yang berprofesi sebagai Pemain Debus.

Debus adalah bagian dari Kebudayaan Indonesia yang harus tetap dilestarikan, jangan sampai Kesenian ini punah atau bahkan diakui kepemilikannya oleh Negara lain, karena itu merupakan suatu kerugian besar. Banyak hal yang bisa dipetik dari kesenian tradisonal ini diantaranya Ketangkasan, Kekuatan Fisik, Keberanian, Jiwa Kesetiakawanan, Kesatuan, Persaudaraan, Ketekunan dan Patriotisme. Semoga generasi muda kita siap dan mulai tertarik untuk mempelajari dan melestarikan Budaya Nusantara ini.

Salam Damai dan Bahagia

Guru Besar Pangeran Sukma Jati

Padepokan Inti Semesta

Video Performance Debus Inti Banten Padepokan Inti Semesta Bandung

Thu, 24 Oct 2013 @15:11


3 Komentar
image

Mon, 9 Dec 2013 @06:14

Maulia

Dahsyat banget....

image

Wed, 21 May 2014 @07:37

Pangeran Sukma Jati

Bismillahi Masya Allah Laa Hawla Walaa Quwwata Illaa Billah. Terimakasih Kang Maulia, Barokallahu Fiik.

image

Wed, 1 Apr 2015 @00:17

kang joe

dahsyat
boleh tanya tentang inti prana ...


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+6+4

Copyright © 2017 debusintibanten.com · All Rights Reserved