Para Pemain Debus Banten

image

Pertunjukkan Debus merupakan pertunjukkan kesenian tradisonal yang diperankan oleh orang yang memiliki keahlian khusus dan sudah berlatih secara professional. dalam pertunjukkannya permainan debus tidak bisa dilakukan secara sendirian, namun membutuhkan perangkat lainnya. berikut komponen yang ada pada pertunjukkan kesenian debus:

1. Pemain Debus:  terdiri dari Pemimpin yang disebut Syech, Pezikir, Pemain Debus dan Penabuh Kendang. Peranan Syech adalah memimpin jalannya pertunjukkan biasanya merangkap juga sebagai Guru Debus, menentukan jenis permainan yang akan ditampilkan, mempersiapkan anggotanya, menentukan jumlah pemain dan jalannya alur permainan debus. Pezikir bertugas melantunkan kalimat-kaliat zikir dan Sholawat sebagai sarana doa guna memohon kekuatan dan keselamatan kepada Allah SWT saat bermain debus. Zikir dan Sholawat yang dibacakan ini membantu menciptakan suasana Islami dan muatan dakwah dalam melihat kebesaran Ilmu Allah SWT. Peranan pemain debus adalah sebagai pemain inti, seorang pemain harus sudah siap secara dzohir dan bathin, siap fisik dan mentalnya tidak boleh ragu dan harus mantap dalam melakukan aksinya. jika ada keraguan atau kurang konsentrasi maka bisa menimbulkan suatu kegagalan atau bahkan kecelakaan yang fatal. Biasanya sebelum acara dimulai, 1 - 2 minggu sebelumnya para pemain menjaga kesucian diri dengan  menghindari pantangan-pantangan tertentu, misalnya tidak boleh main perempuan (Zina), Mabuk-mabukan, dan semua yang dilarang agama. Penabuh kendang berperan  memainkan alat musik kendang.

2. Kendang: Kendang adalah alat musik sebagai pengiring debus. terdiri dari 1. Gendang Besar, 2. Gendang Kecil, 3.Rebana 4. Seruling, dan 5. Kecrek. dalam memainkan alat musik ini harus seirama dengan gerakan silat pemain debus, saat melakukan tendangan dan pukulan. Begitu pula temponya baik saat Gerakan pembuka, Gerakan Inti, Kembang maupun penutup.

3. Peralatan Permainan: peralatan yang digunakan saat permainan debus, tergantung jenis permainan yang akan ditampilkan. Secara umum yang biasa ditemui antara lain:

- Golok untuk bacok dan iris Leher, Lidah, Telinga, Perut, tangan dan Kaki.

- Almadad : Alat Debus berupa Pahat Raksasa yang berujung runcing beserta Gada nya. Seorang pemain memegang alat debus dan ujungnya yang runcing ditempelkan ke perut. Seorang pemain lain memegang kayu pemukul atau gada yang lalu dipukulkan kuat-kuat pada tanggkai debus. Pukulan dilakukan berkali-kali dan ternyata tidak melukai. Posisinya tidak hanya berdiri saja, atau pada perut saja tetapi juga dengan merebahkan diri dan pada bagian-bagian tubuh yang lain. Debus yang besar biasanya untuk main syeh atau ketua debus sendiri. Bila terjadi "kecelakaan" atau pemain terluka, biasanya segera disembuhkan oleh syeh.

- Duri Salak: Pemain mengurut tangkai duri salak dengan tangan, tiduran dan berguling-guling di atas duri salak dsb.

- Beling: Pemain menginjak-nginjak beling, berguling-guling di atasnya, tiduran di atas beling lalu diberi beban dengan diinjak oleh pemain lain dan bermain Pencak Silat dengan kaki menginjak beling.

- Silet: Iris tangan dan bagian tubuh yang lain, kemudian silet dimakan.

- Mengupas buah kelapa dengan gigi dan memecahnya dibenturkan pada kepala sendiri.

- Menggoreng telur dan kerupuk di atas kepala.

- Mengerat atau menoreh tubuh. Dengan senjata tajam (golok, pisau) perut, lengan, bahkan lidah ditoreh atau dipotong. Atraksi ini tampak sangat mengerikan sehingga terkadang ada penonton tidak tahan melihatnya.

- Main api. Dengan obor menyala seorang pemain membakar tubuhnya, atau berjalan-jalan diatas bara tanpa luka bakar sedikit pun.

- Makan kaca atau bola lampu listrik. Kaca atau bola lampu dimakan seperti krupuk.

- Memanjat tangga yang anak tangganya tempat berpijak ada¬lah mata golok-golok tajam. Dalam keadaan biasa tapak kakinya akan putus, tetapi sang pemain melakukan dengan tenang dan ternyata tanpa cidera. Permainan ini sangat mencekam para penonton. Rasa¬nya sungguh tidak masuk akal.

- Dan lain-lain, sebenarnya masih banyak lagi atraksi lain yang dapat dipertunjukkan. Menurut keyakinan para pemain, semua atraksi tadi dapat dilakukan bukan karena ia yang kuat, melainkan berkat Ridha dan lindungan Allah SWT semata-mata.

Konsentrasi dan Keyakinan yang ada dalam permainan debus identik dengan tingkat keimanannya.

Wed, 23 Oct 2013 @23:13


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+1+4

Copyright © 2017 debusintibanten.com · All Rights Reserved